TP4D Kejari Bengkulu Utara Kawal Proyek LAGITA Hingga ke Pulau Enggano

Berita

kajari-bengkulu-utara

Tim TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara telah sukses mengawal pembangunan kawasan pemekaran terpadu Mandiri Lagita (Lais-Giri Mulia dan Ketahun) di Kabupaten Bengkulu Utara. Saat ini ada proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama, serta fasilitas lainnya dalam rangka pengembangan wilayah kota di Bengkulu Utara.

“Yang menarik TP4D mengawal proyek Rumah Sakit Pratama di kawasan terpadu (KTM) LAGITA yang merupakan pembangunan infrstruktur terbaru di Bengkulu Utara dimana kawasan ini dimekarkan menjadi tiga Kabupaten-Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah dan Muko-Muko. Selain itu proyek infrastruktur lainnya di daerah terluar di pulau Enggano yakni pembangunan Puskemas dan dermaga yakni proyek nasional telah juga kami tinjau kesana,”ucap Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara Futhuri SH MH kepada TERBITTOP dan Harian Pelita di ruang kerjanya di Kota Arga Makmur,belum lama ini.

Enggano adalah satu bagian kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara yang letaknya di lautan Samudera Hindia, merupakan daerah kecamatan yang terluar letak dari provini Bengkulu Utara. Kalau ditempuh menggunakan peswat dalam satu jam namun jika dengn kapal bisa 12 jam dilaut. Untuk sampai ke pulau Enggano jelas Futhuri harus menggunakan kapal besar karena ombaknya lumayan tinggi.Di Pulau ini terdapat 6 desa dengan jumlah penduduk lebih kurang 3000 jiwa.

Pengawalan sejumlah proyek di daerah terluar menurut Futhuri adalah sejalan dengan program Nawa cita Pemerintah yakni membangun daerah terpencil dan tertinggal, dimana pemerintah daerah memfokuskan juga pembangunan Puskesmas yang menjadi proyek nasional dari kementerian kesehatan.

“Ada 19 proyek yang kami kawal termasuk pembangunan di pulau Enggano berupa fasilitas kesehatan Puskesmas dan dermaga, bahkan ada jalan agar daerah terluar ini tidak ketinggalan pembangunannya dengan daerah terluar lainnya seperti di provinsi lainnya. Disamping pembangunan sejumlah jalan dan irigasi yang ada lainnya,”jelas Futhuri.

Futhuri yang didampingi semua Kasi dan Kasubagbin mengungkapkan sejalan dengan program Nawa Cita Pemerintah yakni memfokuskan kepada pembangunan insfrastruktur di daerah terpencil dan terluar, pihaknya telah mengawal pembangunan Puskesmas di Pulau Enggano. Pulau ini terletak di lautan
Samudera Hindia yang cukup jauh jaraknya kalau dengan kapal laut ditempuh dalam 12 jam dan jika dengan pesawat kecil hanya satu jam.

Mengingat daerah ini juga menjadi kawasan pemekaran maka pusat pembangunan menjadi melebar lebar jauh agar tidak semua terpusat di kota Arma Makmur Bengkulu Utara. “Kawasan ini sering dinamakan KTM LAGITA-(Lais-Giri Mulia dan Ketahun). Sudah selesai dan beberapa pembangunan sepeti Kantor Kodim, sudah dan Pengadilan pun sudah dilakukan pembangunan dan diresmikan.

“Keseluruhan 19 proyek yang dikawal TP4D Kejari bernilai sebesar Rp150 miliar,”jelasnya. Dia menjelaskan kegiatan TP4D di daerah ini praktis mengawal segala kegiatan pembangunan yang ada di dua kabupaten, dan mengingat wilayah sangat jauh maka tim jaksa dibagi sesuai dengan lokasi yang

mudah terjangkau,”ujarnya. Dia menilai proyek tersebut berjalan lancar dan tidak ada masalah yang krusial yang terjadi. Kota Arga Makmur kata Futhuri merupakan daerah terbesar kedua setelah kota Bengkulu dimana penghasilan penduduk terbanyak bertani,perkebunan sawit,dan pisang, sementara di beberapa lainnya ada penghasil batu bara. Maka jangan heran jika membeli oleh-oleh di Pekanbaru ada pisang kipas itu adalah produk dari masyarakat di pulau Enggano.